Siapa bilang bikin skenario itu sulit? Dan siapa bilang kalau bikin skenario itu mudah? Sulit jika tidak belajar dan akan menjadi mudah jika telah terbiasa menulis. Menulis skenario ibarat kisah kehidupan yang kita alami, ada suka, ada duka, ada percakapan, ada gumaman, dan berbagai macam aktivitas manusia yang menarik dan yang bisa dijadikan cerita. Seperti itulah saya memulai membuat sebuah skenario mengenai “Penjual Kue Berjamur”, ide itu saya dapatkan ketika membeli roti di salah satu warung dekat rumah. Saya tegur, bilang penjualnya tidak tahu. Oke, anggap khilaf. Namun, beberapa hari kemudian saya belanja lagi di warung tersebut dan dengan maksud yang sama yakni membeli roti. Akan tetapi lagi-lagi saya dapati roti yang telah ditumbuhi jamur, memang tidak terlihat jelas jika sepintas namun saat diamati maka akan terlihat. 

     Lalu, saya mulai mempelajari cara membuat naskah hingga bisa di filmkan. Sulit memang di awal, tapi kemudian saya pelajari perlahan muai dari membuat sinosis, pointer dan hingga menuju ke skenario. Berikut beberapa tahapan yang saya lakukan sebelum memulai naskah skenario, yakni:

1.  Mencari ide cerita

Ide cerita bisa kita dapatkan kapan saja, dan di mana saja, bahkan dalam keseharian aktivitas yang kita jalani juga bisa menjadi sumber ide cerita yang dimana dengan cerita yang akan kita kelola para penonton bisa memetik hikmahnya.

2.  Tulis poin-poin penting yang akan ditampilkan pada cerita tersebut.

Maksudnya adalah buat poin mengenai kisah tersebut hendak menceritakan tentang apa, siapa tokoh utamanya, bagaimana perwatakan setiap tokoh yang ada pada cerita, kemudian setingan yang akan diambil berada di perkotaan atau di pedesaan, dan masih banyak lagi poin yang bisa kita tulis untuk menunjang keberhasilan tulisan tersebut.

 3.  Obsevasi atau riset peristiwa.

Untuk lebih mendukung cerita yang akan kita buat, hendaknya melakukan beberapa riset, seperti misalnya kita mengangkat tema dengan lokasi pedesaan, tentukan apa sih yang menarik. Seperti kisah Penjual Kue Berjamur, riset kecil yang bisa dilakukan apa sih alasan orang tetap menjual kue berjamur itu? Bisa jadi sengaja atau mungkin juga khilaf. Wallahu’alam.  Namun, jika khilaf, mengapa sih kue berjamur itu tetap dijual pada hari-hari berikutnya? Dan masih banyak alasan lainnDimana riset tersebut bisa kita perkuat dengan misalnya menonton televisi, kan ada banyak tuh berita yang menyiarkan mengenai kejahatan dan kecurangan para pelaku. Nah, dari berita-berita yang beredar kita bisa menuliskan sebagai ide cerita mengapa mereka melakukan kejahatan seperti itu, alasan logis apa yang mereka buat untuk mengelabui, dan lainnya.

4.   Memulai membuat sinopsis singkat. 

Setelah step kesatu hingga keempat selesai dilakukan, maka tahap berikutnya adalah memulai menulis sinopsis singkat. Sinopsis ini memberikan gambaran garis besar dari kejadian demi kejadian yang akan kita sajikan pada publik. 

5.   Membuat plot

Apa itu plot, bisa browsing ya. Intinya seperti ini, sinopsis yang telah kita buat tadi, kita pecah-pecah menjadi plot. Tujuannya agar pada tahap bikin skenario lebih memudahkan kita dalam membuat adegan per adegan yang akan ditulis. 

6. Memulai menulis Skenario

Menulis skenario lebih mudah sebab kita hanya tinggal mengembangkan dari plot yang sebelumnya sudah kita buat menjadi percakapan serta kejadian peristiwa yang terjadi saat percakapan itu berlangsung.

Itulah beberapa poin yang menurut saya sangat penting sebelum membuat skenario. Jika mau menambahkan atau memberi kritikan, atau pertanyaan, bisa tulis di kolom komentar ya. Insyaa Allah saat luang akan saya jawab

Kategori: Blog

mbakelva

Seorang ibu rumah tangga yang ingin berbagi kebaikan melalui tulisan, ambil sisi positifnya dan buang sisi negatifnya karena saya hanya manusia biasa yang bisa saja melakukan salah dan khilaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Blog

Inovatif dan Berwawasan Global di Dunia Digital

   Masih terekam dalam ingatan, awal mula saya mengenali dunia digital. Sekitar pertengahan tahun 2016 saya mencoba mengikuti semacam lomba menulis online, namun saat mengisi form pendaftaran saya diminta untuk mengisi alamat website. Alamak, apa Baca Selengkapnya…

Blog

Tips Mewujudkan Resolusi 2018 Bersama Theragran–M

Coming soon 2018 “Time is justice that judges those who are guilty. Anyone who is time consuming without doing something will obviously meet the time when judgment is made”. By William Shakespeare.       Baca Selengkapnya…

Blog

Madeline Beauty Center, Klinik Kecantikan Terbaik di Indonesia

        Menjadi wanita yang mulai menginjak usia kepala tiga, tentunya ada beberapa hal yang saya takutkan dan yang juga  ditakutkan wanita-wanita lain pada umumnya seperti kerutan, wajah berminyak, bahkan kusam. Sehingga tak Baca Selengkapnya…